Sabtu, 15 Februari 2014

perencanaan sistem pembelajaran PAI



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan seakan tidak pernah berhenti. Banyak agenda reformasi yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan. Beragam program inovatif ikut serta memeriahkan reformasi pendidikan. Reformasi pendidikan adalah restrukturisasi pendidikan, yakni memperbaiki pola hubungan sekolah dengan lingkungannya dan dengan pemerintah, pola pengembangan perencanaan, serta pola mengembangkan manajerialnya, pemberdayaan guru dan restrukturisasi model-model pembelajaran.[1]
Pembelajaran yang berkualitas tentu saja memiliki pedoman yang komprehensif tentang skenario pembelajaran yang diinginkan oleh guru. Hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan kebutuhan siswa.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik memerlukan perencanaan program yang baik pula. Itu berarti keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh perencanaan yang dibuat guru. Untuk itu, penyusunan perencanaan pembelajaran mutlak dilakukan oleh guru pada saat akan melaksanakan tugasnya dalam memberikan materi pembelajaran. Artinya, guru tidak akan dapat mengajar dengan optimal apabila tidak memiliki persiapan yang dikembangkan sebelumnya.[2]
Maka dari itu pada makalah ini akan dibahas mengenai pengertian dan fungsi perencanaan sistem pembelajaran PAI.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian perencanaan sistem pembelajaran PAI?
2.      Apa fungsi perencanaan sistem pembelajaran PAI


BAB II
PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

1.      Pengertian Perencanaan sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
a.       Pengertian perencanaan
Willian H. Newman menjelaskan bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaa berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan Ulbert Silalahi menyatakan bahwa perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pemberdayaan manusia, informasi, finansial, metode, dan waktu untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan adalah suatu cara yang dilakukan seseorang secara sistemik untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
b.      Pengertian sistem
Menurut Oemar Hamalik sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia sistem adalah perangkat atau unsur yang secara langsung saling berkaitan dan sehingga membentuk totalitas.
Dapat dipahami bahwa, sistem itu tersusun  dari berbagai macam komponen yang saling berhubungan dan bahu membahu dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Misalnya sistem pembelajaran yang terdiri dari tujuan, pembelajaran, materi, metode, dan alat, sumber belajar, serta evaluasi pembelajaran. Semua ini akan bermuara kepada pencapaian tujuan pembelajaran yang dimaksud.
c.       Pengertian pembelajaran
Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses komunikasi yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini sejalan dengan pendapatnya Syaiful bahwa pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru dan belajar dilakukan oleh siswa.

d.      Pengertian pendidikan agama Islam
Pendidikan dapat diartikan secara sempit yaitu bimbingan yang diberikan kepada anak-anak dampai ia dewasa. Sedangkan dalam arti luas adalah segala sesuatu yang menyangkut proses perkembangan dan pengembangan manusia, yaitu upaya menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai bagi anak didik, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan itu menjadi bagian dari kepribadian anak yang pandai, baik, mampu hidup, berguna bagi masyarakat.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagian manusia.
Pendidikan Agama Islam adalah sebagai bimbingan terhadap pertumbuhan  rohani dan jasmani menurut ajaran Agama Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran agama Islam.
Istilah membimbing, mengarahkan dan mengasuh serta mengajarkan dan melatih, mengandung pengertian usaha mempengaruhi jiwa anak didik melalui proses setingkat demi setingkat menuju tujuan yang ditetapkan, yaitu menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran, sehingga terbentuklah manusia yang berpribadi dan berbudi luhur.
Dari definisi di atas ada tiga poin yang dapat disimpulkan yaitu: Pertama, Pendidikan  Agama Islam menyangkut aspek jasmani dan rohani, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu pembinaan terhadap keduanya harus seimbang.
Kedua, Pendidikan Agama Islam mendasarkan konsepsinya pada nilai-nilai religius. Ini berarti bahwa pendidikan Agama Islam tidak mengabaikan  faktor teologis sebagai sumber dari ilmu itu sendiri. sebagaimana firman Allah Swt dalam Q.S. Al-Baqarah:31. 
Ketiga, adanya unsur takwa sebagai tujuan yang harus dicapai, sebagaimana kita ketahui bahwa takwa merupakan benteng yang dapat berfungsi sebagai daya tangkal terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.[3]
Jadi perencanaan sistem pembelajaran PAI adalah suatu pemikiran/ persiapan untuk melaksanakan tujuan pengajaran melalui langkah-langkah dalam pembelajaran yang menjadi suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks menjadi kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI.
2.      Fungsi Perencanaan Sistem Pembelajaran PAI
·                   Fungsi perencanaan pembelajaran bagi guru, yaitu:
a.    Perencanaan pembelajaran sebagai pedoman atau acuan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
b. Untuk menambah penguasaan guru terhadap materi yang diajarkan dan juga menyeleksi atau mengkombinasikan materi.
c. Perencanaan pembelajaran sebagai alat untuk mengukur keberhasilan,belajar-mengajar, baik proses maupun hasil.
d. Sebagai alat untuk membantu pengelolaan pendidikan
e. Menjadikan kegiatan pembelajaran lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efesien
·                   Fungsi perencanaan pembelajaran bagi siswa antara lain:
a.  Sebagai pedoman dan acuan belajar, karena materi pelajarannya sudah terencana.
b.  Sebagai persiapan belajar, karena materi pelajarannya tidak akan berubah-ubah lagi (sudah terencana)
c.  Menjadikan siswa senang dalam belajar, karena pembelajarannya terencana.[4]


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Perencanaan sistem pembelajaran PAI adalah suatu pemikiran/ persiapan untuk melaksanakan tujuan pengajaran melalui langkah-langkah dalam pembelajaran yang menjadi suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks menjadi kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI.
            Fungsi perencanaan sistem pembelajaran PAI bagi guru yaitu sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Untuk menambah penguasaan guru terhadap materi yang diajarkan, sebagai alat untuk mengukur keberhasilan,belajar-mengajar, baik proses maupun hasil, Sebagai alat untuk membantu pengelolaan pendidikan dan Menjadikan kegiatan pembelajaran lebih terarah sehingga berjalan secara efektif dan efesien.
            Fungsi perencanaan pembelajaran bagi siswa adalah sebagai pedoman dan acuan belajar, , sebagai persiapan belajar, dan menjadikan siswa senang dalam belajar,

B.     SARAN
Demikian makalah yang dapat kami susun. Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan kita sebagai calon pendidik agar dapat memahami arti dan fungsi perencanaan sistem pembelajaran pendidikan agama Islam.





DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Kasful. 2010. Perencanaan Sistem Pembelajaran KTSP. Bandung :Alfabeta
http://zahratulnajwa.blogspot.com/2012/05/perencanaan-sistem-pembelajaran.html
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja RosdaKarya.



















[1] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran. (Bandung :PT Remaja Rosdakarya , 2012), hlm 3
[2] Dr. Kasful Anwar Us, M.Pd, dkk. Perencanaan Sistem Pembelajaran KTSP. (Bandung :Alfabeta, 2010),  hlm 24
[3] Ibid,  hlm 21-23                                                                                            
[4] http://zahratulnajwa.blogspot.com/2012/05/perencanaan-sistem-pembelajaran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar